17/04/2016
PENYEBAB Miss V bau dan Cara Mengatasinya
Va**na bau tidak hanya dapat membuat seorang wanita tidak percaya diri, namun juga bisa menjadi tanda adanya masalah dengan kesehatan va**na.
Bau va**na seorang wanita dapat berbeda-beda di dalam satu siklus menstruasi. Anda juga tidak perlu khawatir jika va**na Anda terasa bau setelah melakukan aktivitas yang berkeringat. Meski begitu, va**na bau yang disertai dengan gejala lain perlu diwaspadai. Karena, itu artinya terdapat masalah pada kesehatan daerah kewanitaan Anda
Kenali Penyebab Va**na Bau
Menjaga kesehatan dan kebersihan daerah kewanitaan atau va**na adalah hal yang penting. Kenali beberapa penyebab va**na bau di bawah ini, dan beragam gejala lainnya, guna mengetahui apakah bau pada va**na berbahaya atau tidak.
Vaginosis bakterialis
Pada dasarnya va**na memang mengandung satu jenis bakteri. Bakteri ini berada di dalam rongga va**na normal dan berfungsi melindungi va**na dengan membuat suasana asam. Namun pada vaginosis bakterialis, jumlah bakteri normal sekan-akan berkurang sehingga keasaman va**na menurun dan bakteri tertentu justru mengalami peningkatan. Terjadi ketidakseimbangan bakteri atau kimia di dalam va**na. Va**na bau merupakan salah satu gejala yang muncul dari kondisi ini. Jika Anda mengalami vaginosis bakterialis, va**na akan berbau amis atau seperti bau ikan setelah melakukan hubungan intim. Selain itu, va**na akan mengeluarkan keputihan berwarna abu-abu atau putih, yang berair dan/atau encer.
Trichomoniasis
Kondisi ini disebabkan oleh parasit protozoa, dan merupakan salah satu dari penyakit menular seksual. Penularan penyakit ini dapat melalui hubungan antara p***s dengan va**na atau va**na dengan va**na. Meski penyakit ini dapat disembuhkan, namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini akan kambuh lagi. Munculnya penyakit ini terkadang tidak disadari oleh penderita, sehingga menimbulkan kemungkinan untuk menularkan pada orang lain. Gejala yang mungkin muncul antara lain, va**na berbau tidak sedap atau busuk, va**na memerah, gatal, sering merasa ingin buang air kecil, tidak nyaman saat buang air kecil, keputihan berwarna hijau atau kuning, serta pembengkakan di sekitar selangkangan.