VitaCream Original

VitaCream Original Solusi mengatasi tbc aman tanpa efek samping

13/10/2024

Ada yang tahu jalan ini ?

Beda Penyebab Batuk Berdahak dan Batuk KeringInilah Penyebab Batuk BerdahakPenyebab batuk berdahak paling umum adalah in...
30/11/2022

Beda Penyebab Batuk Berdahak dan Batuk Kering

Inilah Penyebab Batuk Berdahak

Penyebab batuk berdahak paling umum adalah infeksi virus atau bakteri, misalnya saat saluran pernapasan terinfeksi virus flu. Pada saat itu, tubuh akan memproduksi lebih banyak lendir untuk menjebak dan mengeluarkan organisme penyebab infeksi. Tubuh menghasilkan reaksi batuk untuk mengeluarkan lendir tersebut dan membuat saluran pernapasan lebih lega.

Maka dari itu, sangat disarankan untuk tidak menelan dahak yang muncul saat batuk. Sebab, menelan dahak pada batuk malah bisa menghambat proses penyembuhan. Saat batuk berdahak terjadi, usahakanlah untuk mengeluarkan dahak tersebut dari saluran pernapasan. Batuk berdahak juga bisa menjadi gejala dari beberapa jenis penyakit, seperti pneumonia, bronkitis, asma, serta penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika batuk berdahak yang kamu alami tidak membaik dalam waktu 3 minggu atau disertai dengan gejala lain, seperti kesulitan bernapas. Kondisi ini memerlukan penanganan medis dengan segera. Gunakan Halodoc dan cari tahu rumah sakit terdekat agar keluhan kesehatan yang dialami dapat segera diatasi.

Penyebab Batuk Kering

Batuk kering juga dikenal dengan istilah batuk tidak berdahak, karena tidak menyebabkan tubuh menghasilkan dahak atau lendir pada saluran pernapasan. Namun, jenis batu yang satu ini sering kali berlangsung dalam jangka waktu yang lama, serta berisiko menyebabkan iritasi di saluran pernapasan. Umumnya, batuk kering akan semakin menjadi dan bertambah parah di malam hari, sehingga mengganggu kualitas tidur pengidapnya.

Ada beberapa penyebab yang dapat membuat seseorang mengalami batuk kering.

1. Asma

Batuk kering nyatanya bisa menjadi tanda utama dari penyakit asma. Namun, batuk kering yang disebabkan oleh asma biasanya akan disertai gejala lain, seperti nafas berbunyi atau mengi dan sesak napas.

2.GERD

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2015 yang ditulis dalam Lung India, GERD dapat menyebabkan batuk kering kronis pada sekitar 40 persen pengidapnya. Selain batuk kering, kenali gejala lain dari GERD, seperti sensasi dada yang panas, mual, muntah, bau mulut, hingga kesulitan menelan.

3. Infeksi Virus

Ketika kamu mengalami infeksi virus, biasanya kondisi ini akan menyebabkan kamu mengalami flu ringan. Setelah gejala flu membaik, kamu bisa mengalami kondisi batuk kering yang diakibatkan karena adanya iritasi pada saluran pernapasan.

4. Faktor Lingkungan

Ada banyak hal di udara yang dapat mengiritasi saluran pernapasan kamu. Mulai dari asap, debu, polusi, jamur, hingga serbuk sari. Tidak hanya itu, bahkan udara yang terlalu kering atau dingin pun bisa memicu seseorang mengalami batuk kering akibat kondisi alergi.

sumber :halodoccom
penulis :obatherbaltbcpalingampuhdanalami 30112022
join grup : Riswan Herbal
join fanpage : Riswan Herbal

Batuk Berdahak Tidak Kunjung Sembuh, Waspada 5 Penyakit IniMelansir dari Harvard Health Publishing, ada kondisi yang dit...
29/11/2022

Batuk Berdahak Tidak Kunjung Sembuh, Waspada 5 Penyakit Ini

Melansir dari Harvard Health Publishing, ada kondisi yang ditandai dengan gejala batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh, seperti:

1. Alergi

Kalau batuk berdahak yang kamu alami disertai dengan gatal-gatal, mata dan hidung berair, hidung tersumbat, dan hidung meler, bisa jadi kamu mengalami alergi. Jangan biarkan kondisi ini berlarut-larut. Alergi yang tidak diobati dapat mengembangkan infeksi sinus kronis. Biasanya batuk yang disebabkan alergi dapat diobati dengan antihistamin dan steroid hidung.

2. Asma

Penyakit asma umumnya ditandai dengan mengi atau bengek. Padahal, asma tidak selalu ditandai dengan mengi. Melansir dari Harvard Health Publishing, pengidap asma juga bisa ditandai dengan batuk berdahak tanpa mengi. Kalau kamu mengidap batuk yang tidak kunjung sembuh, ada baiknya langsung periksakan diri ke dokter untuk diidentifikasi lebih lanjut.

3. Asam Lambung

Asam lambung juga dapat memicu batuk berdahak. Kalau batuk yang kamu idap tak kunjung sembuh dan kerap dibarengi dengan mulas, bisa jadi kamu mengidap asam lambung.

4. Bronkitis Kronis

Sudah menjadi rahasia umum kalau kebiasaan merokok bisa mendatangkan berbagai macam, penyakit, terutama penyakit paru-paru. Nah, awal kemunculan penyakit paru-paru seringkali ditandai dengan batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh.

Ketika fungsi paru-paru menurun, tubuh tidak mampu membersihkan partikel yang masuk ke saluran udara dengan baik. Akibatnya, saluran udara membengkak dan menghasilkan lendir berlebih. Kondisi ini disebut sebagai penyakit bronkitis.

5. Tuberkulosis

Tuberkulosis adalah penyakit saluran nafas yang ditandai gejala batuk berdahak kronis. Tuberkulosis disebabkan oleh mycobacterium yang masuk ke dalam aliran darah dan kelenjar getah bening. Kondisi ini sering menyerang individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

6. Penyakit Langka

Penyakit langka, seperti fibrosis paru, sarkoidosis, penyakit autoimun, dan kelainan anatomi seringkali ditandai dengan gejala batuk berdahak kronis. Untuk memastikannya, kamu perlu melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti evaluasi paru dan THT.

sumber :halodoccom
penulis :obatherbaltbcpalingampuhdanalami 29112022
join grup : Riswan Herbal
join fanpage : Riswan Herbal

3 Cara Menangani Batuk Berdahak pada Ibu MenyusuiIbu menyusui sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi obat batuk. Ada ya...
28/11/2022

3 Cara Menangani Batuk Berdahak pada Ibu Menyusui

Ibu menyusui sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi obat batuk. Ada yang menyebut bahwa ibu menyusui harus menghindari obat batuk yang mengandung potassium iodide sebagai ekspektoran pada obat batuk.

Sebab kandungan obat ini bisa diserap ke dalam ASI dan meningkatkan risiko penghambatan fungsi tiroid pada bayi. Maka dari itu, ibu menyusui sebaiknya selalu berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum mengonsumsi obat batuk ataupun obat lainnya.

Namun jika batuk berdahak yang muncul masih tergolong ringan, disarankan untuk tidak panik dan langsung minum obat. Ibu menyusui bisa mencoba untuk meredakan batuk berdahak secara alami. Cara yang bisa dicoba adalah dengan cukup minum air putih, beristirahat, dan melakukan terapi uap, serta berkumur dengan air garam. Selain itu, ada berbagai ramuan dan bahan alami lain yang bisa dicoba untuk mengatasi batuk pada ibu menyusui, di antaranya:

• Madu

Salah satu bahan alami yang paling sering dimanfaatkan untuk meredakan batuk adalah madu. Oleh karena bersifat alami, bahan yang satu ini tentu akan lebih aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui. Kandungannya bisa menjadi obat batuk untuk ibu menyusui yang sangat aman dikonsumsi.

Konsumsi madu untuk mengatasi gejala batuk bisa dilakukan secara langsung atau dengan mencampurkannya pada satu gelas teh hangat. Ramuan obat batuk yang bisa dicoba adalah satu sendok madu alami dicampur ke dalam segelas teh hangat tanpa gula, kemudian tambahkan perasan lemon. Minuman ini disebut ampuh untuk melegakan tenggorokan.

• Jeruk Nipis dan Kecap

Campuran jeruk nipis dan kecap manis sudah dikenal sebagai obat alami yang dapat meredakan batuk berdahak. Kandungan minyak atsiri pada jeruk nipis dapat melemaskan otot-otot pada saluran pernapasan dan berkhasiat mengatasi suara serak akibat batuk.

• Nanas

Saat batuk berdahak menyerang, ibu bisa coba untuk mengonsumsi buah nanas. Buah yang satu ini mengandung bromelain yang diduga dapat membantu mengeluarkan lendir dari dalam tenggorokan, serta meredakan batuk.

sumber :halodoccom
penulis :obatherbaltbcpalingampuhdanalami 28112022
join grup : Riswan Herbal
join fanpage : Riswan Herbal

Ini 8 Cara Alami Redakan Batuk Berdahak pada Anak1. Konsumsi MaduMadu memang menyimpan berbagai keistimewaan bagi keseha...
26/11/2022

Ini 8 Cara Alami Redakan Batuk Berdahak pada Anak

1. Konsumsi Madu

Madu memang menyimpan berbagai keistimewaan bagi kesehatan, salah satunya untuk mengatasi sakit tenggorokan. Bahkan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa madu dapat meredakan batuk secara lebih efektif ketimbang obat yang mengandung dextromethorphan. Zat inilah yang bisa menekan rasa batuk.

Menariknya lagi, menurut riset National Institutes of Health, madu bisa menghilangkan gejala batuk pada malam hari. Selain itu, madu juga bisa mengatasi masalah kesulitan tidur pada anak-anak akibat infeksi saluran pernapasan atas.

Cara menggunakan madu untuk mengatasi batuk berdahak pada anak terbilang simpel. Ibu cukup mencampurkan dua sendok teh madu dengan teh atau air hangat dan lemon. Selain cara ini, ibu juga bisa memakan langsung satu sendok madu atau menjadikannya sebagai selai pada roti tawar.

Hal yang perlu diingat, jangan berikan madu bayi yang masih berusia di bawah 12 bulan. Hal ini bisa menyebabkan botulisme, atau keracunan serius akibat racun dari bakteri Clostridium botulinum.

2. Istirahat yang Cukup

Cara mempercepat pemulihan batuk berdahak pada anak bisa dibantu dengan mencukupi waktu istirahatnya. Istirahat bisa memulihkan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Sel imun akan semakin efektif dalam menghancurkan sel-sel yang terinfeksi virus penyakit.

3. Manfaat Uap

Cara meredakan batuk berdahak pada anak juga bisa memanfaatkan uap. Caranya mudah, nyalakan air panas di pancuran di kamar mandi dan tutup pintunya sehingga ruangan akan beruap. Kemudian, duduklah di kamar mandi bersama anak selama sekitar 20 menit. Uap akan membantu Si Kecil bernapas dengan lebih mudah, melegakan tenggorokannya, dan mengencerkan dahak.

4. Penuhi Cairan Tubuh

Tak hanya membuat tubuh tetap terhidrasi, air putih hangat dapat membantu mengencerkan dahak dan meredakan rasa gatal yang terjadi di tenggorokan karena mengeringnya jaringan sinus. Berikan air putih hangat pada anak ketika ia batuk sebanyak 6 - 8 gelas setiap hari. Di samping itu, air hangat atau sup juga membantu untuk mengurangi rasa sakit di dada.

5. Lembapkan Udara

Cara meredakan batuk berdahak pada anak juga bisa dengan membuat lembap udara di sekitar. Cara ini diduga bisa mengurangi lendir yang ada di tenggorokan dan membuat anak bernapas lebih lega. Ibu bisa kok menggunakan humidifier atau pelembap udara untuk meringankan batuk berdahak pada anak.

6. Jus Lemon Hangat

Lemon mengandung bahan-bahan aktif yang mampu mengatasi batuk berdahak pada anak. Tidak hanya itu, buah satu ini juga diduga bisa meredakan pilek dan infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan. Apabila Si Kecil mengalami batuk, ibu bisa memberinya jus lemon sebanyak satu sendok teh setiap tiga jam sekali. Namun, imbangi dengan pemberian air hangat. Sebab lemon bisa saja melukai tenggorokan yang sakit karena batuk.

7. Manfaatkan Air Garam

Cara meredakan batuk berdahak juga bisa dengan berkumur air garam. Cara ini diyakini mampu mengencerkan dahak, meredakan sakit tenggorokan, dan membunuh kuman yang bersarang di mulut. Hal yang perlu diingat, jangan sampai air garam tertelan ke dalam tubuh Si Kecil. Ingatkan dia untuk membuang air tersebut setelah berkumur.

8. Pertimbangkan Obat-obatan

Andaikan cara-cara alami di atas tidak efektif, cobalah gunakan obat-obatan yang bisa menyembuhkan batuk berdahak pada anak. Waspada, jangan sembarangan memberikan obat batuk pada anak. Cobalah tanyakan pada dokter sebelum memilih obat batuk.

Hal yang perlu ditegaskan, segeralah temui bila batuk berdahak pada anak semakin menjadi-jadi. Apalagi bila disertai dengan keluhan demam, sesak napas, atau perubahan warna pada wajah, bibir, atau lidah.

Batuk berdahak yang tak kunjung membaik bisa menandakan penyakit lainnya. Contohnya radang paru-paru, bronkitis, batuk rejan, atau tuberkulosis.

sumber :halodoccom
penulis :obatherbaltbcpalingampuhdanalami 26112022
join grup : Riswan Herbal
join fanpage : Riswan Herbal

Ini Bedanya Batuk Berdahak dan Kering pada AnakSebelum merawat anak yang batuk, ada baiknya ibu mencari tahu dahulu apak...
25/11/2022

Ini Bedanya Batuk Berdahak dan Kering pada Anak

Sebelum merawat anak yang batuk, ada baiknya ibu mencari tahu dahulu apakah batuk yang diidap anak adalah batuk berdahak atau batuk kering. Dengan mengetahui jenis batuk yang dialami anak, ibu bisa memberikan pengobatan yang tepat.

• Batuk Berdahak

Batuk berdahak disebut juga dengan batuk produktif karena menghasilkan lendir setiap kali batuk. Jenis batuk ini paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, ataupun jamur yang menyerang saluran pernapasan. Infeksi tersebut mengakibatkan produksi lendir meningkat menjadi lebih banyak. Untuk menghilangkan lendir yang berlebihan pada paru dan saluran udara lainnya, tubuh akan memberi respon berupa batuk disertai dengan keluarnya lendir.

Anak-anak biasanya mengalami batuk berdahak bila terserang pilek atau flu. Namun, batuk berdahak juga bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan pada paru-paru, seperti asma, bronkitis, hingga kanker paru-paru. Batuk berdahak biasanya bisa sembuh dalam waktu 1 sampai 2 minggu dengan pemberian obat pelega tenggorokan atau batuk, mengonsumsi minuman hangat atau makanan berkuah, dan beristirahat yang cukup.

• Batuk Kering

Berbeda dari batuk berdahak, batuk kering sama sekali tidak menghasilkan lendir saat batuk. Jenis batuk ini biasanya menyebabkan sakit tenggorokan dan akan memburuk pada malam hari. Batuk yang dialami bayi biasanya merupakan batuk kering yang terasa mengganggu di dada dan merupakan gejala dari pilek atau flu. Anak-anak juga bisa mengalami batuk kering bila muncul rasa gatal di tenggorokan.

Batuk kering dibagi lagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah batuk mengi yang bisa menimbulkan bunyi napas, seperti “ngik-ngik”. Kondisi ini umum terjadi pada anak berusia sekitar 6 bulan sampai 3 tahun. Meskipun bisa membaik pada siang hari, tapi batuk mengi akan memburuk ketika malam tiba.

Batuk dengan bunyi mengi bisa jadi merupakan gejala asma atau bronkiolitis. Meskipun jarang terjadi pada anak berusia di bawah 2 tahun, tapi asma bisa dialami oleh Si Kecil apalagi bila terdapat riwayat orangtua yang mengidap asma atau bila anak pernah mengalami alergi saat masih bayi.

Selain batuk mengi, ada p**a batuk rejan yang terjadi karena infeksi bakteri. Batuk ini sering menyerang anak-anak dengan gejala berupa batuk terus-menerus yang diikuti dengan perubahan suara menjadi serak dan rasa sakit di tenggorokan.

sumber :halodoccom
penulis :obatherbaltbcpalingampuhdanalami 25112022
join grup : Riswan Herbal
join fanpage : Riswan Herbal

Jangan Keliru, Kenali Batuk Berdahak pada AnakTerkadang, ciri batuk bisa menjadi indikasi penyebabnya. Batuk basah atau ...
24/11/2022

Jangan Keliru, Kenali Batuk Berdahak pada Anak

Terkadang, ciri batuk bisa menjadi indikasi penyebabnya. Batuk basah atau batuk berdahak terasa seperti ada sesuatu yang tersangkut di bagian dada atau belakang tenggorokan. Terkadang, batuk berdahak juga mengeluarkan lendir ke dalam mulut.

Pada anak-anak, batuk sering kali terjadi karena infeksi virus dan penyebab paling umum lainnya adalah asma. Ada beberapa penyebab lainnya, tetapi jarang terjadi pada sang buah hati.

• Batuk rejan muncul dalam bentuk serangan batuk yang tidak terkendali. Anak terdengar seperti mengeluarkan bunyi “whoop” ketika mereka bernapas.

• Batuk pada anak terkadang disebabkan karena menghirup benda asing, asap rokok, atau masalah lingkungan lainnya.

• Pneumonia merupakan infeksi pada paru-paru yang berbahaya pada bayi baru lahir dan anak kecil.

Sementara itu, tanda batuk berdahak ditandai dengan suara batuk yang terdengar berbunyi “grook, grook” diikuti dengan keluarnya lendir dari dalam tenggorokan. Jangan sampai ibu tidak mengenali tandanya, ya, karena batuk berdahak bisa terjadi karena bronkitis, pneumonia, asma, hingga penyakit paru obstruktif kronis.

sumber :halodoccom
penulis :obatherbaltbcpalingampuhdanalami 24112022
join grup : Riswan Herbal
join fanpage : Riswan Herbal

Batuk Berdahak Tak Mereda, Waspada BronkiektasisBronkiektasis dikategorikan dalam penyakit langka, kondisi ketika bronku...
23/11/2022

Batuk Berdahak Tak Mereda, Waspada Bronkiektasis

Bronkiektasis dikategorikan dalam penyakit langka, kondisi ketika bronkus atau saluran udara mengalami pelebaran, penebalan, dan pelunakan. Hal ini membuat paru-paru tidak dapat membersihkan lendir dengan baik. Pasalnya, bronkus memegang peran penting untuk membawa udara dari dan ke paru-paru.

Batuk Berdahak Gejala Bronkiektasis?

Lalu, benarkah batuk berdahak menjadi gejala dari bronkiektasis? Memang benar. Kondisi ini terjadi karena bronkus penuh oleh lendir, dan ini yang membuat kamu mengalami batuk dengan dahak berlebihan. Sayangnya, batuk berdahak ini tidak bisa sembuh meski kamu telah minum obat khusus untuk batuk berdahak.

Semakin lama kamu mengalami batuk berdahak ini, atau semakin lama bronkiektasis dibiarkan, penumpukan dahak di saluran tersebut memicu terjadinya peradangan dan infeksi pada paru-paru, karena dahak yang menumpuk ini menjadi lingkungan yang begitu ideal untuk habitat virus, kuman, dan bakteri.

Selain batuk berdahak yang berkepanjangan, gejala bronkiektasis lainnya adalah batuk berdarah, rasa sakit pada dada, sesak napas, suara yang tidak normal atau mengi, tubuh mudah lelah, berat badan menurun, kulit di kaki dan bawah kuku mengalami penebalan, dan infeksi pada saluran pernapasan yang sifatnya kambuhan. Gejala ini semakin memburuk dari waktu ke waktu. Bahkan, bronkiektasis turut memicu pneumonia dan bronkitis yang sifatnya pun kambuhan.

sumber :halodoccom
penulis :obatherbaltbcpalingampuhdanalami 23112022
join grup : Riswan Herbal
join fanpage : Riswan Herbal

Batuk Berdahak Lebih Mudah Menular, Benarkah?Kebanyakan batuk berdahak disebabkan oleh infeksi oleh virus atau bakteri. ...
22/11/2022

Batuk Berdahak Lebih Mudah Menular, Benarkah?

Kebanyakan batuk berdahak disebabkan oleh infeksi oleh virus atau bakteri. Saat saluran pernapasan mengalami infeksi, misalnya saat sedang flu, tubuh akan memproduksi lebih banyak lendir. Lendir ini menjebak dan mengeluarkan organisme penyebab infeksi. Tubuh pun beraksi dengan batuk untuk mengeluarkan lendir tersebut. Oleh karena itu, orang yang mengalami batuk berdahak disarankan untuk membuang dahak, bukan menelannya. Sebab jika kita menelannya, maka dapat memperlambat penyembuhan. Lantas, benarkah batuk berdahak lebih mudah menular?

Batuk Berdahak Mudah Menular?

Penyebab umum batuk berdahak adalah infeksi oleh virus atau bakteri, sehingga jelas mereka dapat dengan mudah menular ketimbang batuk kering yang umumnya terjadi akibat alergi atau asam lambung.

Nah, berikut ini beberapa penyakit yang bisa sebabkan gejala batuk berdahak, yang rata-rata mereka tergolong penyakit menular, di antaranya:

• Pneumonia. Penyakit ini akan menyebabkan peradangan pada paru-paru akibat infeksi virus, bakteri, atau jamur. Pada tahap awal, biasanya batuknya tidak disertai dahak, namun setelah beberapa hari akan menjadi batuk berdahak yang bisa bercampur darah.

• Bronkitis. Penyakit ini menyebabkan peradangan pada lapisan dalam dinding bronkus, yakni saluran di bawah tenggorokan yang menyambung ke paru-paru. Pengidap bronkitis sering mengeluarkan dahak yang tebal dan berwarna.

• Penyakit Paru Obstruktif Kronik. Penyakit ini menyebabkan Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit yang menyebabkan kesulitan bernapas, akibat paparan zat iritan dalam jangka waktu yang lama. Gejalanya adalah batuk berdahak dan sesak napas.

• Asma. Penyakit ini tergolong penyakit menahun yang juga sering menyebabkan pengidapnya batuk berdahak disertai sesak napas. Batuk pada asma biasanya muncul saat gejala asma kambuh, dan umumnya lebih sering terjadi di kala malam.

sumber :halodoccom
penulis :obatherbaltbcpalingampuhdanalami 22112022
join grup : Riswan Herbal
join fanpage : Riswan Herbal

Address

Jalan Gardu No. 34 E, Kel. Balekambang, Kec. Kramatjati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Jakarta
13530

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when VitaCream Original posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to VitaCream Original:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram