Produk Ikhtiar Diri Serta Keluarga

Produk Ikhtiar Diri Serta Keluarga Info Rawatan Ikhtiar Perawatan Bidara Syifa untuk Permasalahan Rumahtangga, Masalah Sakit Gangguan,serta Penawar Sakit Jasmani dan Kerohanian.

Semoga bermanfaat ❤️
13/06/2023

Semoga bermanfaat ❤️

*SURAU AL FALAH BLOK D PPR KERINCHI*ASSALAMUALAIKUM bakal penghuni syurga Allah.KULIAH MAGHRIB __________Ust Rastam JamaliTarikh: 12...

26/01/2022

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِنُورِ وَجْهِ الله الْعَظِيم،ِ الَّذِي مَلأَ أَرْكَانَ عَرْشِ الله الْعَظِيم،ِ وَقَامَتْ بِهِ عَوَالِمُ الله الْعَظِيم،ِ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ ذِي الْقَدْرِ الْعَظِيمِ، وَعَلَى آلِ نَبِيِّ الله الْعَظِيمِ، بِقَدْرِ عظمة ذَاتِ الله الْعَظِيمِ، فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَد مَا فِي عِلْمِ الله الْعَظِيم،ِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ الله الْعَظِيم،ِ تَعْظِيماً لِحَقِّكَ يَا مَوْلاَنَا يَا مُحَمَّدُ يَا ذَا الْخُلُقِ الْعَظِيمِ، وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ مِثْلَ ذَلِكَ، وَاجْمَعْ بَيْنِي وَبَيْنَهُ كَمَا جَمَعْتَ بَيْنَ الرُّوحِ وَالنَّفْسِ، ظَاهِراً وَبَاطِناً، يَقَظَةً وَمَنَاما،ً وَاجْعَلْهُ يَا رَبِّ رُوحاً لِذَاتِي مِنْ جَمِيعِ الْوُجُوه،ِ فِي الدُّنْيَا قَبْلَ الآخِرَةِ يَا عَظِيمُ💕

❤️

11/08/2020

Perempuan zaman sekarang telah menjadi budak yang dilemahkan oleh zaman (iklan, TV dan internet). Membuat kita sibuk dengan urusan urusan make up, desain baju, masak memasak, dsb... Hingga kita lengah dengan kewajiban kita yang sebenarnya yaitu mendidik anak-anak kita, akhirnya kita "dikuasai" oleh anak-anak kita..

Ini adalah salah satu dari tanda-tanda kiamat yaitu seorang ibu yang melahirkan majikannya, yaitu anak-anak yang berani dan menguasai orangtuanya (anak durhaka)

Dulu... Orang Yahudi heran, Umat Islam tu jumlahnya sedikit, tapi kalo diajak perang menang terus.. Bagaimana tidak? Ada ibu-ibu hebat yang mendidik anak-anaknya dengan sungguh sungguh dan mengobarkan semangat juang ke anak-anaknya, hingga anak umur 5tahun pun berani angkat sejata dan berani maju ke medan perang. Anak-anak sekarang, umur 3tahun pun sudah pegang hp.

Tipu daya yahudi dari zaman Nabi sampai sekarang sama. Mereka tidak mungkin memerangi kita secara langsung. Namun melengahkan kita mendidik diri kita dan keluarga kita, lengah tuk mendidik akhlak anak-anak kita..

Siapa diantara kita sekarang, yang masih mau berdiri di kamar mandi setiap anaknya masuk ke kamar mandi, untuk memastikan anak-anaknya telah melakukan adab-adabnya Nabi sholallahu alaihi wa sallam? Atau kita sedang sibuk dengan kesibukan kita sendiri? (Astaghfirullah 😞)

Difahami dari terjemahan petikan tausiyah,
Ustadzah Maryam Haydar (Rubath-Tarim)
Diterjemahkan oleh :
Ustadzah Syarifah Halimah Alaydrus

اللهم صلِّ وسلِّم على سيدنا محمد عبدك ورسولك النبي الأمي وعلى آله وصحبه وسلِّم تسليما

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ‎ ‎ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻃِﺐِّ‌‎ ‎ﺍﻟْﻘُﻠُﻮْﺏِ‌‎ ‎ﻭَﺩَﻭَﺍﺋِﻬَﺎ ﻭَﻋَﺎﻓِﻴَﺔِ ﺍْﻷَﺑْﺪَﺍﻥِ ﻭَﺷِﻔَﺎﺋِﻬَﺎ‎ ‎ﻭَﻧُﻮْﺭِ ﺍْﻷَﺑْﺼَﺎﺭِ ﻭَﺿِﻴَﺎﺋِﻬَﺎ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ‌‎ ‎ﻭَﺳَﻠِّﻢْ

http://t.me/ilmu_tareem

10/08/2020

KISAH PENUH HIKMAH : WANITA YANG KEHILANGAN NIKMATNYA BERIBADAH SETELAH MENIKAH

➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Ada seorang wanita bertanya kepada seorang syaikh :

“Wahai Syaikh, sebelum saya menikah, ketika saya masih seorang gadis yang sering berpuasa dan sholat malam... saya bisa merasakan betapa luarbiasanya nikmat al-Qur’an... Namun sekarang, saya merasa nikmatnya ketaatan telah hilang dariku...!!

Syaikh :
"Baiklah... apa yang paling kau perhatikan dari suamimu?"

Sang Wanita :
Wahai Syaikh, saya bertanya kepada anda tentang al-Qur’an, puasa, sholat dan nikmatnya ketaatan... Namun anda malah bertanya kepadaku tentang suamiku?!

Syaikh :
Iya wahai saudari... Kenapa ada sejumlah wanita yang tidak bisa lagi merasakan manisnya keimanan dan lezatnya ketaatan serta nikmatnya ibadah?

Nabi ﷺ bersabda :

( ولا تَجدُ المرأة حلاوة الإيمان حتَّى تؤدِّي حقَّ زوجها )

“Seorang wanita tidak akan merasakan manisnya keimanan sampai ia memenuhi hak suaminya.”
[Shahih at-Targhîb : 1939]

Apa saja hak-hak suami yang harus ditunaikannya?

(Lihatlah) Isteri Sa’id bin al-Musayyib semoga Allah merahmatinya yang berkata :

( ما كنَّا نُكلِّم أزواجَنَا إلَّا كما تُكلِّمون أمراءَكم )

“Kami tidak membicarakan suami-suami kami melainkan sebagaimana kalian membicarakan penguasa-penguasa kalian (yaitu tidak boleh mencela penguasa di depan khayalak, menjelekkan mereka, mencabut ketaatan dari mereka, dll, -pent).
[Hilyatul Awliyâ V/168]

Sesungguhnya, ini adalah kehormatan dan kedudukan yang tinggi di dalam hati seorang isteri terhadap suaminya.

Nabi ﷺ pernah berkata kepada salah seorang sahabat wanita?
أذاتَ بَعْلٍ ؟

“Apakah engkau memiliki suami?”
Wanita itu menjawab : “Iya”
Nabi ﷺ lalu bertanya :

كيف أنتِ له؟

“Bagaimana sikapmu kepadanya?”
Sahabat wanita tersebut menjawab :

لا آلوه "أي" ( لا أقصِّر في طاعته )

Saya tidak pernah meremehkan ketaatan kepadanya.”

Lantas Nabi ﷺ berkata :

( فانظري أين أنت منه إنَّما هو جنَّتُك ونارُك )

“Perhatikanlah sikapmu terhadap dirinya, karena sesungguhnya suami itu adalah surga dan nerakamu.”
[Shahih at-Targhib : 1933]

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, sahabat Nabi yang paling ahli menafsirkan al-Qur’an (Turjumanul Qur’an) berkata tentang firman Allah ﷻ :

( فالصالحات قانتات حافظات للغيب...)

“Maka wanita-wanita yang shalihah adalah mereka yang paling patuh dan paling menjaga diri ketika suaminya tidak ada...”
(QS an-Nisa’ : 34)

Dikatakan قانتات (Qônitât) yaitu طائعات ﻷزواجهن، wanita-wanita yang taat kepada suami-suami mereka.

Mereka tidak disebut طائعات (Thâ`i’ât) [namun disebut qânitât] karena kata “qunût” (akar kata qônitât) bermakna kepatuhan yang kuat dan sempurna.

Bagaimana mengetahui seorang isteri sebagai seorang wanita yang shalih lagi patuh?

إن نظر إليها سرَّتْه ..

🌷 Jika ia dipandang, maka menyenangkan suaminya
وإنْ أمرها أطاعتْه ..

🌷 Jika ia diperintah, maka mematuhi suaminya
وَإِنْ أقسم أبرَّتْه ..

🌷 Jika ia mendapatkan pembagian (giliran), maka ia menerimanya (dengan lapang)...

وَإِنْ غابَ عنها حفظتْه في نفسها وماله ..

🌷 Jika suaminya tidak ada di sisinya, maka ia menjaga kehormatannya dan harta suaminya...

إِنْ غابَ عن عينها علمت ما يغضبه؛ فانتهت عنه

🌷 Jika suaminya berpaling darinya, maka ia tahu apa yang menyebabkan suaminya marah, lalu ia berhenti darinya (membuat suaminya marah)...
- ولا تصرفات لا يرضاها .

🌷 Tidak ada tindakan-tindakan yang tidak diridhainya
- ولا أقلَّ ولا أكْثرَ ممِّا لا يريده .

🌷 Tidak p**a sedikit atau banyak yang tidak dikehendakinya..

Nabi ﷺ bersabda :

( ألا أخبركم بنسائكم في الجنة ؟ الودود الولود إذا غَضِبتْ أو أسيء إليها أو غضب زوجها قالت: هذه يدي في يدك لا أكتحلُ بِغمْضٍ حتى ترضى )

Mau kalian kukabarkan tentang isteri-isteri kalian di dalam surga? Yaitu mereka adalah wanita yang penyayang lagi subur. Apabila mereka marah, atau diperlakukan buruk, atau suaminya marah kepadanya, maka mereka mengatakan : “Ini tanganku di genggaman tanganmu, aku tidak akan bisa memejamkan mata sampai engkau ridha kepadaku (memaafkanku).”
[Shahih at-Targhîb : 1941]

Seorang wanita yang shalihah adalah yang senantiasa mengingat sabda Rasulnyaﷺ yang mengatakan:

( لا يَنظر الله إلى امرأة لا تشكر لزوجها )

“Allah tidak akan memandang wanita yang tidak mau bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya.”
[HR. an-Nasa’i dan Hakim dengan sanad yang shahih]

Tidak akan hilang hal ini dari benak wanita yang shalihah...

Juga Sabda Nabinya ﷺ :

( لو كنتُ أمرتُ أحداً أنْ يسجد ﻷحد ﻷمرتُ المرأةَ أنْ تسجدَ لزوجها )

“Sekiranya aku diperbolehkan untuk memerintahkan seseorang bersujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya.”
[Shahih at-Targhib]

Diantara kriteria diterimanya amalan seorang wanita, adalah atas keridhaan suaminya. Nabi ﷺ bersabda :

( ولا تؤدِّي المرأة حق الله عزوجل حتى تؤدِّي حق زوجها كله )

“Seorang wanita tidaklah dikatakan memenuhi hak Allah ﷻ sampai ia memenuhi hak suaminya secara penuh.”
[Shahih at-Targhîb : 1943]

Nabi ﷺ juga memperingatkan kaum wanita dalam sabdanya :

( إثنان لا تجاوز صلاتهما رؤسهما، عبد آبق من مواليه حتى يرجع، وامرأة عصتْ زوجها حتى ترجع )

“Ada dua golongan yang sholatnya tidak sampai melebihi kepalanya (yaitu tidak diangkat sampai kepada Allah, pent), yaitu seorang budak yang kabur dari tuannya sampai ia kembali kepadanya, dan seorang wanita yang membangkang dari suaminya sampai ia bertaubat.”
[Shahîh at-Targhîb : 1948]

📌 Diterjemahkan dari artikel yang dishare oleh Syaikh Walid Saifun Nashr di dalam grupnya.
Telegram http://t.me/ilmu_tareem

10/08/2020

ADAB BANGUNKAN ANAK DARI TIDUR :.

Cara atau adab membangunkan anak yang tidur, anak yang masih bayi, kanak - kanak , remaja atau dewasa.

1. Beri salam kepada anak yang sedang tidur

2. Sentuh ujung ibu jari kakinya dan goyangkannya perlahan -perlahan.

3. Panggil namanya dengan lembut dan teruskan menggoyang kakinya.

4. Kalau masih belum bangun, kuatkan sedikit suara dan goyang badannya.

5. Teruskan memanggil namanya dan panggillah sayang, manja atau anak.

6. Bangunkan sambil memujinya contoh: Bangun sayang, anak umi yang baik, anak umi yang soleh, anak umi yang rajin.

7. Setelah anak bangun, usap kepalanya sambil berucap dengan lembut agar ia mandi , sholat subuh dan bersegera ke sekolah untuk menjadi anak yang bijak pandai.

8. InsyaALLAH , anak anda akan bangun dengan badan yang segar dan otak yang cerdas karena dibangunkan dengan penuh kasih sayang.

Cara ini juga boleh dilakukan kepada suami isteri tersayang atau kesiapa saja.

12/07/2020

Para isteri sila berhati2..

MANGSA COVID-19 DI JAKARTA, DR HADIO ALI HANYA BERDIRI DI LUAR PAGAR MELIHAT ANAK-ANAK DAN ISTERINYA BUAT KALI TERAKHIRI...
12/04/2020

MANGSA COVID-19 DI JAKARTA, DR HADIO ALI HANYA BERDIRI DI LUAR PAGAR MELIHAT ANAK-ANAK DAN ISTERINYA BUAT KALI TERAKHIR

Ini gambar terakhir Dr Hadio Ali yang meninggal dunia baru-baru ini selepas berjuang merawat pesakit-pesakit jangkitan wabak covid-19 di Jakarta, Indonesia. Inilah kali terakhir Allahyarham bertemu keluarganya. Sekadar berdiri di luar pagar melihat pada anak-anaknya dan isterinya yang sedang hamil.
Entah apalah yang bermain di pemikiran anak-anaknya ketika itu... adakah mereka boleh bersama lagi seperti dahulu. Doktor itu mengelakkan sebarang sentuhan dengan keluarganya yang tersayang, tidak mahu mengambil risiko menyebarkan virus pada mereka tanpa disedari.

Cuma berdiri di luar pagar seperti orang asing, itulah pertemuan mereka yang terakhir. Kita tidak boleh kalah dalam peperangan ini.Hargailah usaha doktor-doktor kita dan mereka yang sedang menggadaikan nyawa di frontline berdepan wabak yang ganas ini.

Ada para petugas di luar sana yang sedang bertarung nyawa untuk selamatkan entah berapa ribu keluarga di saat ini.

Berapa ramai di antara mereka yang hanya mampu melepaskan rindu bertemu dengan keluarga mereka dari jauh, cuma di luar pagar?

Itu pun mungkin buat kali terakhir, seperti Allahyarham Dr Hadio Ali ini. Patuhilah arahan duduk di rumah, bersama kita berdoa agar wabak ini hilang dari muka bumi ini.

Ya Allah, dengarkanlah rintihan kami. Selamatkanlah kami semua dari wabak ini. Amin.

Kredit: Rumah ku Syurga ku

Address

Kepong
Kuala Lumpur
52100

Telephone

+60196752099

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Produk Ikhtiar Diri Serta Keluarga posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Produk Ikhtiar Diri Serta Keluarga:

Share