02/11/2025
Mengingat Reformasi, Luther Kalvin bersanding. Tetapi Martin Bucer, namanya terdengar asing? Buah pikir Erasmus terus berhembus, belajar Alkitab bahasa sumber jadi fokus. Umat biasa hanya taat kuasa besar gereja Roma, tetapi dari Alkitab kebenaran terus menggema. Sebagai gembala di Strasbourg panggilannya terbawa, menulis dan menerapkan gereja sebagai pengasuh jiwa.
Kristuslah guru dan penguasa gereja melalui firman, maka gembala melatih jemaat agar tumbuh dalam iman. Banyak karunia dicurahkan oleh satu Roh: melayani bersama, saling memberi contoh. Kalau keberanian Luther masih terus berpijar, dan ketajaman pikiran Kalvin terus bersinar. Keluasan hati Bucer tak boleh terlupakan, menengahi pertemuan tuk rundingkan perbedaan. Siapa kita dibanding mereka, tokoh-tokoh iman? Selagi firman masih bicara, gereja masih ada harapan.