Sejarah Kedokteran dan Kesehatan

  • Home
  • Sejarah Kedokteran dan Kesehatan

Sejarah Kedokteran dan Kesehatan Fanpage bagi pecinta sejarah kedokteran dan kesehatan dunia dan Indonesia serta sejarah manusia yang

Laman bagi para pecinta sejarah kedokteran dan kesehatan Indonesia dan dunia

Pepsi pertama kali ditemukan pada tahun 1893 sebagai "Brad's Drink" oleh Caleb Bradham, yang menjual minuman tersebut di...
13/07/2024

Pepsi pertama kali ditemukan pada tahun 1893 sebagai "Brad's Drink" oleh Caleb Bradham, yang menjual minuman tersebut di toko obatnya di New Bern, North Carolina.
Namanya diubah menjadi Pepsi-Cola pada tahun 1898, "Pepsi" karena diiklankan untuk meredakan dispepsia (gangguan pencernaan) dan "Cola" mengacu pada rasa cola. Beberapa orang juga berpendapat bahwa "Pepsi" mungkin merujuk pada minuman yang membantu pencernaan seperti enzim pencernaan pepsin, tetapi pepsin sendiri tidak pernah digunakan sebagai bahan pembuatan Pepsi-Cola.
Resep aslinya juga termasuk gula dan vanila. Bradham berusaha menciptakan minuman air mancur yang menarik dan akan membantu pencernaan dan meningkatkan energi.
Pada tahun 1903, Bradham memindahkan pembotolan Pepsi dari toko obatnya ke gudang sewaan, dan perusahaan Pepsi Cola dibentuk pada tanggal 16 Juni. Tahun itu, Bradham menjual 7.968 galon sirup. Tahun berikutnya, Pepsi dijual dalam botol enam ons, dan penjualan meningkat menjadi 19.848 galon.

Foto: tempat kelahiran Pepsi.

Dr Joseph T. CLOVERThis great pioneer of Anesthesia took over as England's leading Anesthetist after the death of the le...
24/09/2023

Dr Joseph T. CLOVER
This great pioneer of Anesthesia took over as England's leading Anesthetist after the death of the legendary Dr John Snow.

Clover was a great clinician who epitomized vigilance. He was an ever cautious personality who made it his mission to be on the look out for derranged physiology whilst delivering anesthesia.

Yes indeed Clover was the one who

1. Emphasized continuous monitoring of the patient's pulse during anesthesia.
2. Was the first to use the Jaw Thrust manoeuvre to relieve airway obstruction.
3. Was the first who insisted that resuscitative equipment be at arms reach when delivering a general anesthetic..
4. Developed INHALATIONAL equipment to ease delivery of volatile anesthetic agents.

Clover can actually also be considered as one of the fathers of resuscitative medicine since his attention to detail and knack of picking up ominous vital signs made him the first to use a cricothyroid cannula to relieve airway obstruction from a tumour..

Dr Joseph T. CLOVERThis great pioneer of Anesthesia took over as England's leading Anesthetist after the death of the le...
24/09/2023

Dr Joseph T. CLOVER
This great pioneer of Anesthesia took over as England's leading Anesthetist after the death of the legendary Dr John Snow.

Clover was a great clinician who epitomized vigilance. He was an ever cautious personality who made it his mission to be on the look out for derranged physiology whilst delivering anesthesia.

Yes indeed Clover was the one who

1. Emphasized continuous monitoring of the patient's pulse during anesthesia.
2. Was the first to use the Jaw Thrust manoeuvre to relieve airway obstruction.
3. Was the first who insisted that resuscitative equipment be at arms reach when delivering a general anesthetic..
4. Developed INHALATIONAL equipment to ease delivery of volatile anesthetic agents.

Clover can actually also be considered as one of the fathers of resuscitative medicine since his attention to detail and knack of picking up ominous vital signs made him the first to use a cricothyroid cannula to relieve airway obstruction from a tumour..

Bukti kranioplasti yang berhasil di Peru 400 SM. Dalam hal ini tampak penyembuhan luka yang baik disekitar defek dengan ...
15/09/2022

Bukti kranioplasti yang berhasil di Peru 400 SM. Dalam hal ini tampak penyembuhan luka yang baik disekitar defek dengan tutup defek yang dibuat dari emas

19/07/2022
26/12/2020

Dalam rangka memperingati Hari Ibu 22 Desember 2020, komunitas Gema STOVIA Nusantara (GESTORA) mempersiapkan persembahan paduan suara, musik dan tari secara virtual,

A Grande GESTORA Virtual Choir, Band, Virtual Traditional Dance, Talkshow dengan tema : Peran Dokter Perempuan dalam Perjuangan Bangsa dan Pandemi di Nusantara,

Project Manager : Dr Freddy Dinata Sp.OG
co PM : dr Puspita L., Sp.KK, dr Oktiningsih Sp.P, dr Andi Dharma Sp.A

Art Director : dr Freddy Dinata, Sp.OG
Programe Director: dr Dwi Retno AW., Sp.KK (K)
Product Director: Dr.dr Halida W., Sp.M (K)

Rencana Broadcasting :
Sabtu, 26 Desember 2020
18.00-21.30 WIB
Java Tea House, Yogyakarta

Live streaming
www.youtube.com/c/livemusikjogja/live

Atas perkenaannya, diucapkan terima kasih,

Ketua Umum GESTORA
dr. Puspita Laksmintari SpKK

Gema STOVIA Nusantara (GESTORA), suatu komunitas pemerhati sejarah kedokteran dan kesenian, wadah ~ panggung berkreativitas bagi budayawan : dokter dan mahasiswa kedokteran

Kardinah atau lengkapnya Raden Ajeng Kardinah adalah adik kandung dari Pahlawan Pergerakan Wanita RA. Kartini. Beliau me...
11/11/2020

Kardinah atau lengkapnya Raden Ajeng Kardinah adalah adik kandung dari Pahlawan Pergerakan Wanita RA. Kartini. Beliau menikah dengan RM Soejitno atau RM. Reksonegoro X setelah menjabat sebagai Bupati Tegal pada tahun 1908-1929., meninggalkan dua saudarinya di Jepara. Namun, ketika berada di Tegal dan sudah menjadi “Nyonya Bupati”. Kardinah tetap ingin meneruskan perjuangan yang pernah ia lakukan bersama dua saudarinya dulu.

Sebagai seorang istri, Kardinah menghabiskan waktu dengan mendidik anak-anaknya. Seiring berjalannya waktu, ia kemudian membangun sekolah kecilnya sendiri karena tidak puas dengan pola mengajar di sekolah buatan Belanda.
Saat itu pemerintah Belanda membatasi pendidikan kaum pribumi, hanya orang-orang dari keluarga bangsawan atau kalangan atas saja yang boleh bersekolah tinggi, itupun hanya laki-laki saja. Tanpa canggung, Kardinah memodernisasi sekolah bentukannya.

“Kardinah tanpa ragu-ragu melakukan berbagai tindakan ke arah modernisasi. Dalam usaha itu, ia mendapat dukungan sepenuhnya dari suaminya yang progresif dan berkobar-kobar,” kata Sitisoemandari Soeroto penulis buku Kartini: Sebuah Biografi (1982), dikutip dari Tirto.id.

Tepat pada ulang tahunnya yang ke-35, 1 Maret 1916, Raden Ajeng Kardinah resmi mendirikan “Sekolah Kepandaian Putri Wisma Pranowo”. Sekolah yang Kardinah bangun tersebut mempunyai sistem pengajaran yang sama dengan Sekolah Kartini, yakni sekolah yang mengajarkan keterampilan bagi wanita.

Hebatnya, Kardinah membangun sekolahnya dari dana yang ia kumpulkan sendiri. Uang itu berasal dari royalti penjualan buku hasil karyanya dan beberapa sumbangan lain. Menurut Sitisoemandari, setidaknya Kardinah menghasilkan dua buku soal masakan dan dua buku soal Batik.
Dalam bidang pendidikan, Kardinah tidak hanya membangun sekolah. Bersama kakak laki-lakinya, Raden Mas Pandji (RMP) Sosrokartono, ia juga mendirikan perpustakaan dari dana yang dikumpulkannya sendiri. Perpustakaan itu bernama “Panti Sastra”.

Tujuannya membangun perpustakaan tidak beda jauh seperti saat ia mendirikan sekolah, yakni agar semakin banyak masyarakat--khususnya kelas bawah--mendapatkan pendidikan.

Upaya Kardinah dalam memperjuangkan nasib rakyat tidak berhenti sampai di situ. Ia juga merambah dunia kesehatan dengan mendirikan sebuah rumah sakit yang diberi nama Kardinah Ziekenhuis (Rumah Sakit Kardinah) pada 1927. Karena jasanya mendirikan rumah sakit tersebut, maka namanya diabadikan menjadi RSUD Kardinah Kota Tegal.

Alasannya mendirikan rumah sakit adalah karena rasa simpatinya terhadap kurangnya layanan kesehatan pada masyarakat miskin di Tegal kala itu. Sekali lagi dana untuk mendirikan rumah sakit tersebut bukan berasal dari pemerintah Belanda. Namun dari penjualan buku-bukunya yang ditambah dengan hasil penjualan kerajinan tangan murid-murid Sekolah Wisma Pranowo.

Tahun 1948, beliau sempat mengungsi dari Tegal ke Salatiga akibat Peristiwa Tiga Daerah.
Di tahun 1970, beliau berhasil diajak ke Tegal. Dengan upaya istri walikota saat itu, Ibu Sardjoe. Setahun kemudian beliau meninggal. Dimakamkan di samping makam suaminya.

Sumber :
1.https://www.goodnewsfromindonesia.id/2020/04/21/perjuangan-kardinah-dan-roekmini-yang-tidak-kalah-hebat-dengan-kartini
2.https://infotegal.com/2014/09/kardinah-ziekenhuis-rumah-sakit-kardinah/

Dokter Anna Adeline Warouw dilahirkan di Amurang pada 23 Februari 1898  beliau adalah  wanita Indonesia kedua yang menja...
10/11/2020

Dokter Anna Adeline Warouw dilahirkan di Amurang pada 23 Februari 1898 beliau adalah wanita Indonesia kedua yang menjadi dokter. dr.A.A Warouw memulai studinya di STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) di Batavia pada tahun 1914 beliau masuk STOVIA dua tahun setelah Marie Thomas yang merupakan siswa wanita pertama yang diterima di STOVIA pada waktu itu, dr. Anna Warouw lulus sekolah kedokteran 10 tahun kemudian dan foto ini diambil saat beliau lulus tahun 1924. Dr. Anna Warouw kemudian berpraktek di beberapa tempat termasuk Gorontalo, Kudus, Makassar, Manado, dan Semarang kemudian beliau menikah dengan Jean Eduard Karamoy yang juga seorang dokter dan mengikuti suaminya ke Eropa pada saat di Eropa tersebut dr. Anna Warouw mempelajari bidang otorhinolaryngology di Universitas Leiden. dr.Anna Warouw meninggal diusia lanjut umur 81 tahun pada tanggal 3 Oktober 1979 di Jakarta.

Ruang pendaftaran bayi di Departemen  Pediatri (Ilmu Kesehatan Anak) Rumah Sakit Sipil Pusat (CBZ) dan sekolah tinggi ke...
09/11/2020

Ruang pendaftaran bayi di Departemen Pediatri (Ilmu Kesehatan Anak) Rumah Sakit Sipil Pusat (CBZ) dan sekolah tinggi kedokteran di Batavia tahun 1930
Credit photo : Wereldculturen

Seminar Daring Sejarah dan PermuseumanTema: “Dokter Perempuan Lulusan STOVIA”Hari/Tanggal: Selasa, 10 November 2020Waktu...
09/11/2020

Seminar Daring Sejarah dan Permuseuman
Tema: “Dokter Perempuan Lulusan STOVIA”
Hari/Tanggal: Selasa, 10 November 2020
Waktu: 09.00 - 11.30 WIB
Pembicara:
1. Dr.dr. Rusdhy Hosein, M.Hum (Dokter&Sejarawan)
2. dr. Marie Louise Karamoy Lalisang (Putri Tokoh Anna Warouw)
3. Pudyotomo A. Saroso (Putra Tokoh Sulianti Saroso)
4. dr.Nindya Listyani (Dokter Perempuan Masa Kini)

Moderator: Dr. C. Musiana Yudhawasthi,M.Hum (Komunitas Jelajah)

Fasilitas : E-Sertifikat
10 merchandise eksklusif bagi peserta yang aktif dalam seminar.

Registrasi peserta di bit.ly/SeminarMuskitnas
Atau klik tautan yang ada di bio Instagram kami ya

Peserta Seminar Daring Dokter Perempuan Lulusan STOVIA wajib bergabung dalam WhatsApp Group yang tertera pada form pendaftaran untuk mendapatkan tautan Zoom Meeting dan E-Sertifikat.

Pendaftaran akan ditutup sewaktu-waktu apabila kuota seminar sudah terpenuhi.
Ayo Sobat Muskitnas, segera daftarkan diri kalian, jangan sampai kelewatan ya

Serbaneka penggunaan masker saat pandemi Flu Spanyol 1918-1920.
14/06/2020

Serbaneka penggunaan masker saat pandemi Flu Spanyol 1918-1920.

Today it seems obvious that doctors have to have clean hands while operating a medical procedure like childbirth. But th...
02/03/2020

Today it seems obvious that doctors have to have clean hands while operating a medical procedure like childbirth. But that was not always the case. Ignaz Semmelweis (1818 - 1845) was a Hungarian physician and a pioneer in antiseptic procedures.
During his time women often died after childbirth of a fever nobody knew the cause of. Semmelweis noticed that the number of patients dying from this fever was much higher in a clinic operated by doctors compared to a clinic operated by midwives. He eventually concluded that the difference was caused by the cleanliness of the hands, and that the disease spread via microscopic particles on the hands of the doctors. His theory was proven after cases of the fever plummeted in clinics where handwashing was made mandatory.
Despite these amazing results, the theory was not accepted by the medical community at the time. Semmelweis was ridiculed and ignored by his peers. He went mad with frustration, eventually leading to a mental breakdown. He died in a mental institution at age 47.

Address


28560-28564

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sejarah Kedokteran dan Kesehatan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your practice to be the top-listed Clinic?

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram