16/01/2026
Broken Strings, Child Grooming, Toxic Relationship, dan Akar Kepribadian AntiSosial
https://www.kompasiana.com/mjr/6969f06f34777c05c05cdc82/broken-strings-child-grooming-toxic-relationship-dan-akar-kepribadian-antisosial
16 Januari 2026
M. Jojo Rahardjo
Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans mengangkat pengalaman nyata child grooming dan relasi abusif yang sering luput dari kesadaran publik. Kisah semacam ini bukan fenomena langka atau khas Indonesia, melainkan terjadi lintas budaya dan negara, sering bersembunyi di balik aktivitas yang tampak normal dan bahkan terhormat. Buku ini mengguncang pembaca karena memperlihatkan bahwa kekerasan psikologis dan manipulasi dapat berlangsung lama tanpa disadari korban maupun lingkungannya.
Artikel yang saya tulis ini mengajak pembaca melihat kasus tersebut dari sudut pandang sains, bukan sekadar melalui istilah populer seperti child grooming atau toxic relationship. Fokusnya adalah menelusuri akar perilaku manipulatif dan abusif yang, dalam banyak kasus, memiliki irisan dengan ciri kepribadian antisosial (antisocial personality disorder/ASPD), meskipun tidak semua pelaku grooming dapat disederhanakan sebagai ASPD. Pendekatan ini penting agar masyarakat tidak berhenti pada label, tetapi memahami pola dan mekanisme psikologis di baliknya.
Pemahaman tentang ciri kepribadian antisosial relevan bukan hanya bagi perlindungan anak, tetapi juga bagi orang dewasa. Individu dengan pola perilaku semacam ini jumlahnya relatif kecil dalam populasi, namun dampak kerusakan yang mereka timbulkan sangat besar dan tidak proporsional. Kurangnya literasi publik membuat korban sering tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi, sementara lingkungan sekitar kerap terjebak pada victim blaming alih-alih memberi pertolongan atau perlindungan.
Karena itu, Broken Strings bukan sekadar memoar personal, melainkan alat edukasi sosial yang penting. Buku ini perlu dibaca dengan empati, nalar kritis, dan kehati-hatian, terutama oleh remaja yang sebaiknya didampingi orang dewasa. Pesan utamanya tegas: manipulasi dan kekerasan bukan kesalahan korban, dan pemahaman berbasis sains adalah kunci untuk mencegah korban-korban berikutnya.
"Broken Strings" yg ditulis oleh Aurelie Moeremans bisa menjadi momentum bagus untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya kepribadian antisosial.